Pemboran sumur HLS-E1 PT.Pertamina Geothermal Hululais bertujuan untuk memperoleh fluida panas bumi dari reservoir bersuhu tinggi (260 - 295°C) yang akan dimanfaatkan untuk pengembaangan PLTP. Jenis pemboran yang dilakukan pada sumur tersebut adalah pemboran berarah dengan tipe build and hold. Pemboran sumur HLS-E1 direncanakan dengan kedalaman kick off point (KOP) pada 330 mTVD, build up rate…
Masalah yang sering dijumpai pada pemboran sumur geothermal biasanya berupa lost circulation. Pada dasarnya lost circulation pada sumur geothermal sebagai tanda bahwa pemboran yang kita lakukan sudah memasuki zona produksi yang dicari jika terjadi pada zona produktif (reservoir). Pada pemboran sumur UBL R 2/5 trayek lubang 17 ½’’ ditemukan hole problem yaitu lost circulation yang mana lost…
Additional perforation adalah suatu kegiatan workover yang bertujuan untuk menambah lapisan produktif. Dengan adanya additional perforation diharapkan sumur dapat mengalami peningkatan produksi. Dalam melakukan pemilihan lapisan produktif digunakan dua analisis yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif well logging. Sumur L154 mengalami penurunan produksi dikarenakan lapisan yang diproduksikan…
Peningkatan produksi gas dapat dilakukan dengan cara membuka lapangan gas baru atau mengoptimalkan produksi gas pada lapangan yang telah ada. Untuk mengoptimalkan produksi, perlu dilakukan analisis produksi dari sumur gas agar dapat diketahui laju alir produksi optimal dari sumur tersebut. Analisis sistem nodal adalah salah satu pendekatan yang sering dilakukan untuk mengetahui kapasitas produk…
Sumur TBN – 56 mempunyai struktur “S” lapisan BRF (Batu Raja Formasi). Struktur “S” telah memiliki 65 sumur (43 sumur produksi, 9 sumur tidak produksi dan 13 sumur injeksi). TBN – 56 merupakan sumur penghasil minyak dan gas yang menggunakan artificial lift yaitu Electric Submersible Pump. Pada tanggal 10 Maret 2014 sumur TBN – 56 mengalami penurunan laju produksi fluida (Q) yang a…
Dilihat dari data sejarah sumur, sumur TBN-53 merupakan sumur penghasil minyak dan gas yang terdapat pada struktur “S” lapisan BRF (Batu Raja Formation) dengan interval 1888-1892 mku dimana batuan reservoir nya adalah limestone. Kemudian dilakukan uji produksi terhadap sumur TBN-53 pada tanggal 7 Nopember 2009 dan didapat hasil yaitu laju produksi fluida (q). Kemudian untuk menentukan kemam…
Sumur YY adalah sumur minyak di lapangan XX yang berproduksi dengan metode gas lift dengan tekanan reservoir saat ini adalah 850 psi dan memproduksikan minyak sebesar 184 blpd dengan productivity index 5,042 blpd/psi dan GLR formasi 100 scf/bl. Dengan data yang diperoleh dari lapangan dilakukan desain ulang untuk optimasi produksi sumur. Aplikasi sistem nodal mendapatkan laju produksi yang opti…
Sumur BD-7 adalah salah satu sumur produksi yang ada di Lapangan Bravo PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), yang dioperasikan dengan metode produksi continuous flow gas lift dan termasuk sumur dengan potensi produksi tinggi (PI= 2.95 bpd/psi). Instalasi Continuous Flow Gas Lift digunakan sebagai penunjang untuk meningkatkan produksi dari Pr yang masih mampu memproduksik…
Fluida yang mengalir dari dasar sumur ke permukaan memiliki produktifitas tertentu. Seiring berjalannya waktu, produktifas sumur akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh scale pada wellbore/ formasi. Scale pada wellbore/ formasi akan menyebabkan penurunan permeabilitas. Scale yang terbentuk di wellbore/ formasi disebabkan oleh adanya endapan-endapan yang terkandung dalam air formasi. Kand…