Kertas Kerja Wajib
Permasalahan Korosi Di Sumur Lapangan Lembak PT Pertamina EP Region Sumatra Field Prabumulih / 241120 / Produksi / 2012 (Diploma:I)
Lapangan Lembak merupakan salah satu lapangan yang ada di Distrik I Field Prabumulih. Sumur-sumur yang masih berproduksi di Lembak semuanya masih secara alami atau sering di sebut Natural Flow atau sumur Sembur Alam (SA). Produksi yang di hasilkan dari lapangan Lembak adalah berupa Gas, Condensate, dan Air Asin (Multi Fasa). Dengan kondisi produksi seperti ini sudah jelas fluida yang di hasilkan banyak mengandung unsur-unsur penyebab korosi seperti: CL,H2,CO2. Permasalahan korosi bukan merupakan permasalahan yang baru, akan tetapi permasalahan ini sudah ada sejak lama dan menjadi pemasalahan yang cukup membuat kerugian yang sangat besar, terutama dalam dunia industri perminyakan.
Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya. Kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis, dan dekat dengan laut adalah faktor yang dapat mempercepat proses korosi. Besarnya angka kerugian yang dialami dunia industri akibat korosi sangatlah besar.
Lapangan Lembak saat ini dengan sumur produksi berjumlah Sebelas sumur, berproduksi dengan produksi rata – rata gross sebesar 651 Bopd, Condensate sebesar 390 Bopd dan gas sebesar 47 MMSCFD. Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari karbon (83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (0-6%), dan oksigen (0-3,5%). Proses produksi minyak dari formasi tersebut mempunyai kandungan air. Selain air, juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, aspal, gas CO2 dan H2. Dengan kondisi seperti ini korosi mudah terbentuk dan menjadi permasalahan di lapangan Lembak. Untuk menghambat dan mengendalikan laju korosi yang ada di lapangan Lembak di gunakan corrosion stick inhibitor, yaitu suatu jenis chemical yang berguna untuk menghambat laju korosi.
Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, pemipaan atau stuktur peralatan produksi. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produksi akibat adanya kerusakan pada peralatan produksi seperti: peralatan bawah tanah (Subsurface Facility) dan peralatan atas tanah (Surface Facility ).
Tidak tersedia versi lain