Kertas Kerja Wajib
Optimasi Sumur Gas Lift S-X Dengan Coil Tubing Di Vico Kalimantan Timur / 241310 / PRD / 2014 (Diploma : III)
Pada umumnya masalah yang paling sering muncul pada lapangan minyak adalah menurunnya tekanan reservoir, sehingga fluida tidak mampu mengalir dengan sendirinya dari reservoir ke permukaan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metoda pengangkatan buatan (Artifical lift). Permanent Coil Tubing Gas Lift (PCTGL) merupakan salah satu metoda pengangkatan buatan (Artifical lift) yang baru diterapkan di Vico Indonesia. Salah satunya di Lapangan Muara Badak yang menggunakan Metoda PCTGL dengan continous flow. Prinsip kerja PCTGL adalah menginjeksikan gas melalui coil tubing, kemudian gas akan masuk kedalam tubing dan bercampur dengan fluida. Gas tersebut akan menurunkan densitas kolom fluida sehingga fluida akan mengalir ke permukaan dengan tenaga reservoir yang ada. Optimasi gas injeksi dimaksudkan untuk mendapatkan laju produksi yang optimum. Laju produksi yang diinginkan diperoleh pada laju injeksi gas yang optimum. Apabila laju injeksi dinaikkan maka laju produksi pun akan naik. Tetapi penambahan gas injeksi yang melebihi laju injeksi optimum akan menurunkan laju produksi minyak. Sumur S-X adalah sumur yang menggunakan metoda PCTGL. Jenis komplesi pada Sumur S-X adalah jenis monobore, dimana tidak dipasang packer dan standing valve. Sumur S-X menggunakan diameter tubing 4½’’ dan diameter coil tubing 1½’’. Sumur S-X memproduksikan fluida sebesar 258 bpd dengan WC 75% dan SG minyak 40oAPI. Dimana gas yang diinjeksikan sebesar 641 MSCF dengan SG gas 0,7. Berdasarkan perhitungan, didapat laju injeksi gas optimum sebesar 800 MSCF dengan laju produksi 278 bpd.
Tidak tersedia versi lain