Kertas Kerja Wajib
Analisis Pengoperasian Sumur Gas Lift Di Lapangan pertamina EP ASSET 3 Tambun /14212004 / Produksi / 2015 (Diploma : II)
Suatu lapangan minyak awalnya dapat memproduksikan minyak secara alamiah karena tekanan reservoirnya masih mampu untuk mengalirkan minyak ke permukaan. Akan tetapi semakin lama tekanan reservoir akan semakin menurun, akibatnya tidak mampu lagi memproduksi secara sembur alam (Natural Flow). Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode pengangkatan buatan (artificial lift) untuk dapat memproduksikan kembali fluida reservoir ke permukaan. Salah satunya adalah dengan menginjeksikan gas ke dalam sumur yang biasa disebut dengan metodegas lift. Salah satu sumur Asset 3 Tambun yaitu TBN – 26/D menggunakan artificial lift jenis gas lift untuk mengangkat fluida sampai ke permukaan. Hal ini bertujuan unutuk menurunkan gradien tekanan fluida di dalam sumur dengan cara menginjeksikan gas bertekanan tinggi ke dalam tubing, sehingga fluida dapat mengalir ke permukaan. Seiring berjalannya waktu, produksi sumur TBN – 26/D mengalami penurunan. Oleh karena itu, dilakukan analisis untuk mengetahui rate injeksi yang diperlukan dan pendekatan-pendekatan seperti penentuan letak point of injection (POI) serta kedalaman katup unloading. Dengan melakukan desain ulang, maka dapat diketahui bahwa terdapat 7 katub diantaranya 6 katub unloading dan 1 katub operasi yang memerlukan gas injeksi sebesar 110 MSCFD, dengan letak POI pada kedalaman 5700 Ft dan letak POB pada kedalaman 6430 Ft.
Tidak tersedia versi lain