Text
Pemanfaatan Energi Surya Untuk Pembangkit Listrik Di Kabupaten Tulungagung / 551212 / T. Produksi / ISP / 2013 (Diploma : I)
Energi menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Sedangkan cadangan energi fosil semakin lama akan semakin habis karena merupakan energi yang tidak dapat diperbarui, sehingga perlu dimanfaatkan sumber-sumber energi yang dapat diperbarui. Indonesia yang terletak di khatulistiwa mempunyai potensi energi surya yang besar karena matahari bersinar selama 12 jam dengan intensitas yang tinggi mencapai 4,8 kWH/m2/H di permukaan bumi.
Di Kabupaten Tulungagung telah memanfaatkan energi surya, meskipun dalam jumlah yang kecil namun ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memanfaatkan sumber energi selain sumber energi fosil. Dalam pembangkit tenaga listrik tenaga surya untuk penerangan besarnya energi yang digunakan oleh beban adalah 480 Wh perhari, besarnya energi panel surya yang dihasilkan 1,66 – 2,12 kWh tergantung kondisi lingkungan dan cuaca, sedangkan kapasitas penyimpanan energi adalah sebesar 1440 Wh.
Meskipun energi surya ada dalam jumlah besar, namun tidaklah murah untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik. Disamping memiliki beberapa kelebihan namun juga terdapat beberapa kelemahan dalam pemanfaatan energi surya. Mulai dari peralatan yang mahal dan masyarakat masih belum terlalu mengenal pemanfaatan energi surya untuk dijadikan energi listrik. Sehingga pemanfaatan energi surya untuk pembangkit listrik di Indonesia, khususnya di Tulungagung masih sangat kecil dibandingkan dengan memanfaatkan sumber energi lain.
Tidak tersedia versi lain