Kertas Kerja Wajib
Pengoperasian Sucker ROD PUMP Sumur NGL.38 Di Lapangan Nglobo PT Pertamina EP Region Jawa Field Cepu / 241215 / Produksi / 2013 (Diploma : I)
Pada lapangan minyak, masalah yang paling sering muncul adalah
memirunnya tekanan reservoir, sehingga fluida tidak dapat mengalir dengan
sendirinya dari reservoir ke permukaan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode
pengangkatan buatan (Artifical lift).
Pompa Angguk (Sucker Rod Pump) merupakan salah satu alat
pengangkatan buatan (Artifical lift) yang paling banyak digunakan dalam dunia
perminyakan, terutama pada lapangan yang sudah tua dimana pada umumnya
kemampuan reservoir sudah tidak mampu lagi mengangkat^a kepermukaan,
seperti lapangan tua Distrik II Nglobo, sumurnya rata - rata merupakan sumur
peninggalan zaman Belanda yang saat ini masih diproduksikan, maka sangat
cocok menggunakan pompa angguk, dikarenakan tekanan reservoar tidak mampu
lagi mengangkat fluida sampai ke permukaan.
Pompa angguk digunakan karena kapasitas dan umur pemakaiannya relatif
sedang. Proses kerja pompa angguk menggunakan gerak perpaduan antara
peralatan yang ada di permukaan dan peralatan yang ada di bawah permukaan.
Pompa angguk pada sumur NGL.38 memiliki diameter pompa 3inch dan
diameter plunger 2%inchi. Dengan kecepatan pemompaan (N) sebesar 13 spm,
dan panjang langkah pemompaan (S) sebesar 100 inch, pada bulan Januari 2013
dilakukan pengamatan dan perhitungan dari data hasil test sumur NGL.38 selama
satu bulan, diambil rata-rata produksi sebesar 853.1 bpd dengan kadar air
97.74%, efisiehsi volumetris (Ev) mencapai 77.4%.
Tidak tersedia versi lain