Kertas Kerja Wajib
Pengoperasian Sucker Rod Pump Sumur TTB 34 Di Lapangan Tanjung Tiga Barat PT Pertamina EP Field Prabumulih / 241121 / Produksi / 2012 (Diploma:I)
Teknik pengangkatan fluida reservoir dari dalam sumur sampai ke permukaan dilakukan dengan dua cara yaitu metode sembur alam (natural flow) dan metode pengangkatan buatan (artificial lift). Metode sembur alam digunakan apabila tenaga alami reservoir masih mampu untuk mengangkat fluida dari sumur sampai ke permukaan. Sedangkan metode pengangkatan buatan diterapkan apabila tenaga alami reservoir sudah tidak mampu untuk mengangkat fluida sumur hingga ke permukaan atau dengan tujuan peningkatan laju produksi sumur.
Salah satu metode pengangkatan buatan yang diterapkan untuk sebagian besar sumur-sumur produksi di lapangan Tanjung Tiga Barat adalah metode sucker rod pump, termasuk salah satunya adalah sumur TTB 34. Lapangan Tanjung Tiga Barat terletak sekitar 25 kilometer sebelah Tenggara kota Prabumulih, Sumatera Selatan yang termasuk dalam wilayah kerja Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih. TTB 34 dibor pada tahun 1951 dan mempunyai tiga lapisan produktif yaitu DEF (1371.5-1381)m, A (1319.0-1323)m, dan B (1332.0-1335.0)m. Dalam penerapan metode sucker rod pump, TTB 34 menggunakan pumping unit Thomassen tipe C-228-200-72. Sedangkan untuk jenis pompa yang digunakan adalah jenis THM ukuran 2,5 inchi dengan panjang 16 feet dan diletakkan pada kedalaman 3187,8 feet. Rata-rata produksi TTB 34 pada bulan Februari 2012 adalah sebesar 226 barel per hari dengan kadar air sebesar 95%.
Dalam pengoperasian sumur sucker rod pump, sangat dibutuhkan pemeriksaan operasional sumur secara tercatat, sistematis dan teliti dengan mengacu kepada Standard Operation Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Sehingga setiap gangguan operasional sumur baik pada fasilitas permukaan maupun kinerja pompa dapat segera diketahui dan secepat mungkin diambil tindakan penanggulan agar sumur tetap terus berproduksi. Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kinerja pompa adalah dengan melakukan perhitungan effisiensi pompa yang terpasang, dengan jalan membandingkan antara kapasitas pompa secara teoritis dengan laju produksi yang dihasilkan. Sehingga dapat diketahui seberapa besar effisiensi dari pompa tersebut sebagai pertimbangan untuk melakukan program optmalisasi produksi.
Tidak tersedia versi lain